Langsung ke konten utama

Menjaga dan Merawat Jiwa Anak

Pagi ini Revo sakit, batuk dan sesak nafas. Saya mengantarnya ke dokter. Sekalipun belum begitu parah, saya memilih untuk segera menyerahkan Revo pada ahlinya.

Pasalnya esok pagi saya harus pergi selama 3 hari. Saya tak ingin eyangnya repot mengurus anak sakit. Dan betapa pilu hati seorang ibu saat neninggalkan anak yang sakit.


Di tempat praktek dokter kulihat sepasang kakek nenek memeriksakan cucunya yang berusia 1 tahun. Sang cucu juga batuk pilek. Adik kecil itu menangis kencang karena satu dan lain hal.

"Ibunya kerja..."
Sang nenek membuat pernyataan, seolah menebak pertanyaan di benak ibu-ibu yang lain. Saya tersenyum memakluminya.


Ingatanku melayang pada pada kisah sahabatku, seorang dokter spesialis jiwa.
Beliau dosen yang cukup sibuk dan juga tetap menerina pasien.
Pada sebuah situasi sulit dimana beliau sedang mempersiapkan keberangkatan untuk konferensi di luar negeri, putrinya meminta ditemani membeli sepatu.

Beliau benar-benar dikejar waktu. Sementara pasien langganan memajukan waktu konsul karena akan ditinggal sementara waktu.
Maka pasien pun bertumpuk.


Putrinya menolak diantar ayahnya untuk membeli sepatu. Justru menulis SMS yg membuat ibunya berurai air mata.
"Berapa aku harus membayar ibu, agar ibu punya waktu mengantarku membeli sepatu?"
Ibunya makin tersedu, melihat deretan pasien yang berharap padanya.
"Pasien jiwa tak bisa menunggu. Mereka butuh pertolongan. Tahukah kamu Nak, ini bukan sekedar soal uang...."
Katanya dalam hati.
Namun nuraninya tak bisa berkelit dari rasa bersalah.

"Aku merawat jiwa orang lain dan lalai merawat jiwa anakku.

Maka ia membalas SMS anaknya.

"Jika kamu tidak menginginkan ibu pergi keluar negeri, ibu akan batalkan. Besok ibu tak akan berangkat konferensi dan mengantarmu membeli sepatu..."
Menuliskan pesan dengan sepenuh kerelaan membuat rekan saya merasa lebih ringan. Beliau berhasil memutuskan prioritas, antara mengisi konferensi Internasional dan kepentingan merawat jiwa putrinya yang ingin sekedar ditemani membeli sepatu. 

Putrinya ini boarding school di pesantren. Kelas 3 smp Jadi pertemuan mereka pun secara umum terkendala waktu dan tempat.
Tak lama kemudian ia mendapat SMS balasan yg membuatnya memahami, sedalam apa cinta diantara mereka.
"Besok, aku akan ijin sekolah dan mengantar Ibu ke bandara"

Kisah yang mengharu biru itu diceritakannya padaku dengan sarat rasa. Sebuah kisah pertentangan batin seorang dokter. Dokter juga manusia. Punya anak-anak yang membutuhkan cinta dan perhatian. Bukan hanya kala mereka sakit, tapi juga saat mereka bertumbuh kembang.

Hari-hari emas yang tak mungkin ditukar dan diputar ulang.
Maka ayah bunda, saat mereka meminta cinta dan perhatianmu, tak selayaknya engkau menundanya.

Saat mereka bermohon dibacakan cerita.
Saat nereka minta ditemani menjelang tidur...

Pandanglah mata beningnya dan temukan sinar harap di sana. Jangan biarkan meredup menjadi segores kecewa."

🌷
Semoga kami diberi kesanggupan merawat jiwa anak-anak kami.
Dan anda juga, dimudahkan merawat jiwa anak-anak anda.
Amiin.

Ida Nur Laila
🍃🍃🍁🍃🍃
Waah saya meleleh lagi menulis ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Putuskan Pacar Mas

“P utuskan Pacar mas dulu” (Hayo jangan bilang aku PeCaKor = Perebut Pacar Orang) baca dulu yaa) “Tya tolong dong taarufin mas sama teman tya”ucapmu lewat pesan BBM (hihi kita itu walau punya nomer WA satu sama lain, tapi tetap komunikasi lewat BBM) “Loh mas kan masih ada hubungan sama dia,apalagi yang tya tau dari teman tya yang berteman nya di IG, mas menjanjikan tahun ini insya allah bersama,itu sebuah janji loh mas,apalgi katanya dulu mas mau serius sama dia” pesan BBM ku panjang lebar “mbok kirim pesan jangan borongan” jawab mu singkat “iya tapi dia sekarang jauh”jawab mu dengan enteng nya “Yaa kalau mau taaruf sama teman tya,mas putuskan dulu wanita itu,berani nda?tya jamin mas nda berani putusin”jawabku agak sedikit menantang “Loh kan baru taaruf dulu”jawab mu enteng “yo tya nda mau mas,itu sama saja mas mempermainkan 2 wanita,jadi ibarat kata teman tya mas jadikan pelampiasan selama mas LDR-an sama pacar mas,terus kalau besok mas udah bisa ketemuan sama...

Sebuah Hari Terindah

K ucoba sapa mentari pagi ini, tuk bangunkanmu yang menanti dengan penuh harapan indahnya caya Kucoba panggilkan pagi saat kau masih berada pada ujung peraduan.. merasakan keindahan yang sempurna Kucoba tuliskan kata yang indah..bukan terindah Karena terindah ada dalam kitab Maha Sempurna Dan saat ini, saat mentari kembali lagi meninggalkan rindunya Aku katakan padamu Hari ini adalah hari terindah bagimu, hari terbaik dalam kisah kehidupan Yang belainya adalah cinta, dan cintanya adalah bunga Sebuah kata hanya terdiri butiran serpih yang terlepas ketika sukanya pada senyum hilang dalam makna Namun kucoba rangkai untukmu, di hari terindah dalam kisahmu yang cinta Sebuah kata yang kucoba bermakna, karena ini hari terindah Malam ini, kuharap bukan yang terakhir katakan padamu Namun jika itu memang padaku, kuharap bunganya belum layu dan harumnya masih tetap tersenyum Seperti saat kemarin kala mentari terbenam dan kita tetap menyapa tanpa ada penyesalan mengapa gerimis...