“Putuskan
Pacar mas dulu” (Hayo jangan bilang aku PeCaKor = Perebut Pacar Orang) baca
dulu yaa)
“Tya
tolong dong taarufin mas sama teman tya”ucapmu lewat pesan BBM (hihi kita itu
walau punya nomer WA satu sama lain, tapi tetap komunikasi lewat BBM)
“Loh
mas kan masih ada hubungan sama dia,apalagi yang tya tau dari teman tya yang
berteman nya di IG, mas menjanjikan tahun ini insya allah bersama,itu sebuah
janji loh mas,apalgi katanya dulu mas mau serius sama dia” pesan BBM ku panjang
lebar
“mbok
kirim pesan jangan borongan” jawab mu singkat
“iya
tapi dia sekarang jauh”jawab mu dengan enteng nya
“Yaa
kalau mau taaruf sama teman tya,mas putuskan dulu wanita itu,berani nda?tya
jamin mas nda berani putusin”jawabku agak sedikit menantang
“Loh
kan baru taaruf dulu”jawab mu enteng
“yo
tya nda mau mas,itu sama saja mas mempermainkan 2 wanita,jadi ibarat kata teman
tya mas jadikan pelampiasan selama mas LDR-an sama pacar mas,terus kalau besok
mas udah bisa ketemuan sama pacar mas,teman tya mas cancle dengan alas an tidak
cocok,tau nda sih mas,pacar mas itu udah berharap banget bisa jadi istri mas
dan ibu dari anak2 mas,maaf mas tya nda bisa”jawabku panjanmg lebar,sekaligus
jawaban pamungkas tya bahwa tya nda mau
1
bulan kemudian mas BBM lagi dengan bahasan yang sama “ ayolah tya,carikan mas
teman tya yang mau taaruf”, lalu tya jawab
“TIA
MAU CARIKAN ASALKAN MAS PUTUSIN PACAR MAS DULU” balas klu dengan tegas.
Dan
setelah itu engkau hanya jawab “ hmm”
Mungkin
dari pesan itu terlihat tya sangat jahat mas
karena tya meminta mas utk memutuskan hubungan mas dengan pacar mas yang
jauh di daerah Barat pulau jawa, semua itu ada alasan nya mas karena didalam
taaruf maka ia terbebas dari segala tuntutan berpacaran dan berbeda dengan
pacaran, ta’aruf mengantarkan dua orang untuk menjalani hubungan yang serius
bukan sebagai pelarian semata.
Alasan
lainnya kena tya tidak mau mentaarufkan mas dengan teman tya sebelum mas
putuskan hubungan pacaran mas dengan wanita yang terikat dengan mask arena
ta’aruf itu harus betul-betul ada i’tikad baik, yaitu ingin menikah. Bukan
karena ingin koleksi kenalan, atau cicip-cicip, dan semua gelagat tidak serius.
Membuka peluang, untuk memberi harapan palsu kepada orang lain.
Jika
mas tidak memutuskan lalu taaruf sama teman tya Tindakan ini termasuk sikap
mempermainkan orang lain, dan bisa termasuk kedzaliman. Dan sikap seperti itu
sikap orang tidak beriman
Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ
يُؤْمِنُ
أَحَدُكُمْ
حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ
مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Kalian
tidak akan beriman sampai kalian menyukai sikap baik untuk saudaranya,
sebagaimana dia ingin disikapi baik yang sama. (HR. Bukhari & Muslim)
Mas..kata-katamu
yang telah engkau ucapkan pada kekasih mu yang jauh disana sampai ia sangat
berharap dan rela menanti kesiapan mu adalah janji yang harus engkau tunaikan.
Jika
engkau tidak siap jarak jauh sekalipun kalian terbiasa tidak saling ketemu saat
masih dalam 1 kota jogja maka seharusnya engkau jangan kasih harapan indah
baginya,karena ketika wanita sudah mencintai maka ia akan terus berusaha setia.
-Julia Pratiwi, 28 Agustus 2018-

Komentar
Posting Komentar