Langsung ke konten utama

Engkau Tak Tergantikan



Abi...

" Abi nda mau anak-anak abi dan istri abi lupa akan sholat dan juga mengaji,walau anak2 abi masih TK.jadi setiap habis sholat maka semua mengaji, besok abi akan panggilkan guru (ustad) untuk mengajarkan ngaji"ucap mu tegas di suatu sore hari saat aku,teteh dan ummi lupa saat habis sholat kami sibuk dengan aktifitas masing2

"Ayo neng pakai baju dulu,jangan lari-lari neng nanti jatuh"ucap mu setiap hendak memakaikan aku baju waktu aku kecil dulu. Engkau tak sungkan membantu tugas ummi dalam menjaga,merawat kami

"Apa yang kurang untuk tugas PR nya neng,biar abi belikan sekarang" ucap mu sambil mendekati aku yang lagi fokus dalam mebuat PR sekolah..

"kurang kertas dan manila,dan dasi tya buat upacara besok hilang abi,tapi besok saja..ini ka hujan,nanti abi sakit" jawabku sambil menatap mu dengan wajah tanpa salah krn selalu menghilangkan dasi sekolah  

"gak apa2neng,sekarang saja,nanti abi pakai jas hujan"jawabmu sambil berlalu menaiki BMW u..

itulah sepenggal tentang sosok istimewa mu Abi... 

Engkau pria dengan karakter yang keras, disiplin dan sangat sayang kepada putri2mu dan istr imu serta keluarga mu...

Dan saat aku memulai masa ta'aruf dengan seorang pria yang sholih dan sabar asal jogja 


Engkau pun berpesan Untuk masa depan anak gadis mu :
"jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! pilihlah laki-laki yang taat pd Rab-Nya dan sholih dan laki2 yang  lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu" 


Abi...

Walau kini aku telah menikah, dan walau kini aku telah menjadi seorang istri dari seorang pria yang sholih dan ibu dari anak-anaknya..

  Namun selamanya hal itu tak akan mengubah apapun..

aku tetaplah bidadari kecil mu yang manja,yang suka merajuk,yang selalu ingin engkau  lindungi dari apapun yang akan menyakiti ku...

Dan walau dia telah menjadi bagian dari cerita hidupku...NAMUN POSISI ABI TIDAK AKAN TERGANTIKAN sampai kapan pun di hatiku....

Karna Seorang AYAH adalah Cinta Pertama dan sejati bagi putrinya. Cint yang megajarkan arti ketulusan.

  I LOVE YOU AYAH...

(@tyajuliapratiwi)
 

#Tulisantyajuliapratiwi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Putuskan Pacar Mas

“P utuskan Pacar mas dulu” (Hayo jangan bilang aku PeCaKor = Perebut Pacar Orang) baca dulu yaa) “Tya tolong dong taarufin mas sama teman tya”ucapmu lewat pesan BBM (hihi kita itu walau punya nomer WA satu sama lain, tapi tetap komunikasi lewat BBM) “Loh mas kan masih ada hubungan sama dia,apalagi yang tya tau dari teman tya yang berteman nya di IG, mas menjanjikan tahun ini insya allah bersama,itu sebuah janji loh mas,apalgi katanya dulu mas mau serius sama dia” pesan BBM ku panjang lebar “mbok kirim pesan jangan borongan” jawab mu singkat “iya tapi dia sekarang jauh”jawab mu dengan enteng nya “Yaa kalau mau taaruf sama teman tya,mas putuskan dulu wanita itu,berani nda?tya jamin mas nda berani putusin”jawabku agak sedikit menantang “Loh kan baru taaruf dulu”jawab mu enteng “yo tya nda mau mas,itu sama saja mas mempermainkan 2 wanita,jadi ibarat kata teman tya mas jadikan pelampiasan selama mas LDR-an sama pacar mas,terus kalau besok mas udah bisa ketemuan sama...

Sebuah Hari Terindah

K ucoba sapa mentari pagi ini, tuk bangunkanmu yang menanti dengan penuh harapan indahnya caya Kucoba panggilkan pagi saat kau masih berada pada ujung peraduan.. merasakan keindahan yang sempurna Kucoba tuliskan kata yang indah..bukan terindah Karena terindah ada dalam kitab Maha Sempurna Dan saat ini, saat mentari kembali lagi meninggalkan rindunya Aku katakan padamu Hari ini adalah hari terindah bagimu, hari terbaik dalam kisah kehidupan Yang belainya adalah cinta, dan cintanya adalah bunga Sebuah kata hanya terdiri butiran serpih yang terlepas ketika sukanya pada senyum hilang dalam makna Namun kucoba rangkai untukmu, di hari terindah dalam kisahmu yang cinta Sebuah kata yang kucoba bermakna, karena ini hari terindah Malam ini, kuharap bukan yang terakhir katakan padamu Namun jika itu memang padaku, kuharap bunganya belum layu dan harumnya masih tetap tersenyum Seperti saat kemarin kala mentari terbenam dan kita tetap menyapa tanpa ada penyesalan mengapa gerimis...

Menjaga dan Merawat Jiwa Anak

P agi ini Revo sakit, batuk dan sesak nafas. Saya mengantarnya ke dokter. Sekalipun belum begitu parah, saya memilih untuk segera menyerahkan Revo pada ahlinya. Pasalnya esok pagi saya harus pergi selama 3 hari. Saya tak ingin eyangnya repot mengurus anak sakit. Dan betapa pilu hati seorang ibu saat neninggalkan anak yang sakit. Di tempat praktek dokter kulihat sepasang kakek nenek memeriksakan cucunya yang berusia 1 tahun. Sang cucu juga batuk pilek. Adik kecil itu menangis kencang karena satu dan lain hal. "Ibunya kerja..." Sang nenek membuat pernyataan, seolah menebak pertanyaan di benak ibu-ibu yang lain. Saya tersenyum memakluminya. Ingatanku melayang pada pada kisah sahabatku, seorang dokter spesialis jiwa. Beliau dosen yang cukup sibuk dan juga tetap menerina pasien. Pada sebuah situasi sulit dimana beliau sedang mempersiapkan keberangkatan untuk konferensi di luar negeri, putrinya meminta ditemani membeli sepatu. Beliau benar-benar dikejar wak...