P agi ini Revo sakit, batuk dan sesak nafas. Saya mengantarnya ke dokter. Sekalipun belum begitu parah, saya memilih untuk segera menyerahkan Revo pada ahlinya. Pasalnya esok pagi saya harus pergi selama 3 hari. Saya tak ingin eyangnya repot mengurus anak sakit. Dan betapa pilu hati seorang ibu saat neninggalkan anak yang sakit. Di tempat praktek dokter kulihat sepasang kakek nenek memeriksakan cucunya yang berusia 1 tahun. Sang cucu juga batuk pilek. Adik kecil itu menangis kencang karena satu dan lain hal. "Ibunya kerja..." Sang nenek membuat pernyataan, seolah menebak pertanyaan di benak ibu-ibu yang lain. Saya tersenyum memakluminya. Ingatanku melayang pada pada kisah sahabatku, seorang dokter spesialis jiwa. Beliau dosen yang cukup sibuk dan juga tetap menerina pasien. Pada sebuah situasi sulit dimana beliau sedang mempersiapkan keberangkatan untuk konferensi di luar negeri, putrinya meminta ditemani membeli sepatu. Beliau benar-benar dikejar wak...
Blogg ini berisi kumpulan tulisan tentang orang-orang yang saya cintai,tentang mereka yang baik kepada saya,semua ini saya tulis karena sebagai pengingat diri bahwa saya tidak ada apa-panya tanpa mereka